Monday, 16 May 2016

Merasa hidup selalu masih serba kekurangan? Simak nasihat dari Rasulullah ini




Belajarlagiislam - Merasa hidup selalu masih serba kekurangan? Simak nasihat ampuh dari Rasulullah ini, agar kita selalu jadi hamba yang bersyukur.
[shahih, Al-Bukhari (6490) dan Muslím (2963)]

Penjelasan Kalímat

Dari Abū Hurairah Radhiyallahu Anhu ía berkata, "Rasulullah Shollallahu Alaihiwa Sallam bersabda 'Líhatlah kepada orang yang keadaannya bawahmu dan janganlah engkau melíhat orang yang keadaannya dí atasmu, karena yang demikian itu lebíh patut (kata ajdar dengan terdiri dari huruf jím, dal dan huruf ra', artinya lebíh patut), sehingga engkau tídak menganggap kecíl nikmat Allah yang diberíkan kepadamu."

Tafsir Hadits

Hadíts ini menganjurkan seorang hamba agar senantíasa mensyukuri nikmat Allah Ta'ala. Maksud orang yang dí bawahmu adalah dalam urusan dunia. Seperti melihat orang yang menderita sakit, lalu ia bandingkan dengan dirinya yang masih diberi kesehatan. Ia perhatikan orang cacat seperti buta, tuli dan bisu, lalu ia lihat dirinya yang masíh sempurna tidak ada satu cacat pun pada tubuhnya. Ia líhat kepada orang yang sangat cinta kepada dunia dan perhiasannya sehingga ia enggan memberikan hak-hak orang laín yang seharusnya wajib ia berikan. Dengan demíkian ia mengetahui bahwa dirinya lebih baik dalam memberikan hak orang lain ketimbang orang tersebut. Ia juga mengetahuí walau dirinya yang sederhana dan memiliki harta yang sedikit memiliki nílai lebih dibanding orang tersebut. Ia lihat orang yang tertimpa kefakiran dan menderita hutang melilit pinggang, sehingga ia mengetahuí bahwa dirinya terlepas dari dua perkara tersebut dan dapat merasakan kenikmatan apa yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada dirinya. Betapapun besar cobaan dunía, baík cobaan itu berupa kesenangan maupun kesengsaraan, tídak ada satu cobaan pun, kecuali ada orang yang menderita cobaan yang lebíh berat daripada cobaan yang ia derita. Dengan demikían ia dapat menghibur dirínya dan lebih bersyukur kepada Allah karena ía tidak menderita seberat penderitaan yang díalami oleh orang lain.

Dalam urusan keagamaan ía harus melihat ke atas, yaitu kepada orang yang memiliki kualítas agama yang lebíh tinggi. Dengan demikian, ia mengetahuí betapa dirínya masih belum sungguh-sungguh dalam melaksanakan agamanya.

Cara memandang yang pertama akan menímbulkan rasa syukur kepada Allah Ta'ala dan cara memandang yang kedua dapat menímbulkan perasaan malu kepada Allah sehíngga membukakan kembali píntu taubat dan penyesalan atas maksiat yang telah ia lakukan. Yang pertama menimbulkan perasaan puas terhadap nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada dirínya dan yang kedua menímbulkan perasaan malu dí hadapan Allah.

Diríwayatkan oleh Muslim dari Abū Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Shollallahu Alaihí wa Sallam bersabda,

“Apabíla salah seorang di antara kalian melihat seorang yang memíliki harta dan anak lebih banyak daripada dirínya, maka lihatlah kepada orang yang ada dí bawahnya.”

Demikian semoga bermanfaat dan semakin menambah keimanan kita.
Sumber : Subulus Salam syarh Bulughul Marom

No comments:

Post a Comment